mahabarakan gasan kula dikampung!

Cara Mengolah Pupuk Kompos ajaib , begini caranya?


Kompos mempunyai peranan penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos memperbaiki dan mempertahankan tanah yang rusak dengan tidak merusak struktur , hal ini dikarenakan pupuk yang diberikan terhadap tanah akan membuat produktivitasa tanah menjadi lebih baik.



Media untuk membat Kompos pun sangat mudah dijumpai dilingkungan kita, disekitar tempat tinggal kita pasti bayak terdapat daun kering yang berserakan yang setiap hari kita sapu untuk dibakar yang sebenarnya menimbulkan polusi udara.

Tapi tahukah kalian? kalau dedaunan kering tersebut bisa menghasilkan pundi pundi uang jika bisa kita manfaatkan untuk kita olah menjadi pupuk kompos, lalu hasilnya bisa kita jula atau pakai sendiri.

karena saat ini Petani mulai melirik kembali pupuk pupuk organic seperti kompos setelah sekian lama petani menggukanak pupuk kimia. Pupuk organic sepeerti kompos ini terbukti ramah lingkungan dan ampuh dalam memberikan kesuburan tanah dalam jangka waktu yang panjang.

jadi, tahukah kalian apa itu kompos? jika belum mari kita bahas bersama .

Apa itu Kompos ?
Kompos adalah hasil dari penguraian dai bahan campuran organik yang dapat dipercepat dengan cara buatan, yaiu dengan berbagai macam mikroba pada kondisi lingkungan yang hangat, lembab dan aerrobik atau anaerobik.

Sedangkan pengomposan memerlukan proses penguraian bahan organic dengan cara biologis yaitu oleh mikroba yang memanfaatkan bahan organic sebegai sumber energi.

Bagaimana cara membuat Pupuk Kompos?



1. Persiapan membuat kompos dari Dedaunan
Langkah pertama yang harus kita persiapkan untuk membuat kompos dari bahan dedaunan adalah mempersiapkan peralatan dan bahan terlebih dahulu, antara lain :
  • Persiapkan alat seperti Sekop, cangkul, penyemprot air, ember dan kantong kompos berupa mulsa plastik.
  • Peralatan lain seperti Paku, Tukul dan Gerjagi
  • Larutan EM4 (warna Kuning)
  • Sediakan juga kayu dan terpat untuk membuat media pengomposan
2. Membuat Media Pupuk Kompos
  • Langkah pertama, untuk lokasi pengomposan sebaiknya pilih tempat yang lembab ;
  • Kedua, usahakan lokasi cukup luas dan mudah dujangkau ;
  • Pembuatan Media dengan ukuran ideal 1x2x1 meter ;
  • setelah selesai , buatlah kantong pengmposan dari mulsa dengan ukuran yang menyesuaikan media pengomposan ;
  • pada bagian bawah beri lubanng lubang kecil yang berfungsi sebagai penyaring air dan sirkulasi udara.
3. Penyrtiran daun untuk pengomposan
  • siapkan daun sbagai media utama, bagi dalam dua jenis, yaitu daun basah dan daun kering, untuk jenis daun bisa dari daun apa saja ;
  • pastikan daun yang basah merupakan daun yang masih segar namun belum berwarna kuning ;
  • selain daun basah, kita juga perlu menyiapkan daun yang kering, pastikan jenis daun yang terkumpul bersih dan tidak tercemar ;
  • perbandingan jenis daun yang dibutuhkan 1 : 3 antara daun basah dan yang kering ;
  • setelah itu masukkan daun ke ember untuk penghancuran daun.
4. Penghancuran daun
  • Dalam penghancuran daun ini bisa menggunakan pisau, gunting, sabit atau parang, kalian bisa memberikan bahan tambahan sedikit potongan rumput untuk menghemat waktu ketika pemanbahan nitrogen nanti ;
  • Campurkan daun dan potongan rumput tadi pada wadah lalu mulailah untuk menghancurkan bahan tadi ;
  • setelah semua bahan sudah dihancurkan, masukkan bahan kedalam media pengomposan.
5. Pengomposan
  • Siapkan tanah genbur atau humus untuk pelapis nantinya ;
  • sebelum daun dimasukkan ke media pengomposan, masukkan sedikit tanah sebagai pelapis pada media pengomposan ;
  • ulangi tahapan tersebut hingga daun habis, kemudian padatkan dengan menggunakan sekop dan siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan air;
  • Terakhir tutupi media dengan plastik/terpal dan tutup menggunakan penutup media rapat rapat lalu biarkan selama 6 minggu.
6. Penambahan Nitrogen
Nitrogen memiliki manfaat bagi tumbuhan agar terlihat lebih hijau, mempercepat pertumbuhan dan menambah kandungan protein hasil panen, berikut langkahnya :
  • Campurkan kurang lebih 20 % sampai 25 % bahan yang kaya akan nitrogen kedalam media, kalian bisa menggunakan pupuk kandang ;
  • serta campurkan makanan sisa dapur eperti sayur sayuran , ampas teh, kopi, dll ;
  • tumpuklan secara berlapis diantara dedaunan ;
7. Pengadukan Pupuk Kompos
Pengadukan pupuk kompos dilakukan agar mikroorganisme tercampur rata dan bisa mengurai dalam pembuatan pupuk, hal ini dikarenakan mikroorganisme mempunyai peran penting dalam penguranan daun menjadi kompos.

Faktor cuaca sangat diperhatikan, kelembapan pupuk saat masa pengomposan harus selalu diperhatikan , ketika kering siramlah dengan air tapi jangan sampai membuat genangan air agar tidak tumbuh jamur.

untuk memastikan kompos setap selalu dalam keadaan lembab kalian bisa mengambil segenggam lalu meremasnya, jika memang lembab maka pada kompos hanya akan mengeluarkan sedikit air.

untu proses pengadukan yang pertama kali kalian harus menunggu sekitar 1 - 2 minggu , panas yang muncul dari dalam gundukan daun lembab merupakan sragkaian dari proses pengomposan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar